Welcome

Welcome and Thanks for see hboys Web!
Tampilkan postingan dengan label Religion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religion. Tampilkan semua postingan

06/12/11

Rukun Iman

Assalamu'alaikum ,

Dalam islam setelah memiliki dan melaksanakan rukun islam, maka rukun iman juga menjadi pedoman bagi umat muslim.
Rukun adalah sesuatu yang harus ada atau suatu kewajiban.
Berikut kami uraikan rukun iman tersebut.

Rukun Iman ada enam :

1. Iman kepada Allah SWT
2. Iman kepada Malaikat-malaikat
3. Iman kepada Kitab-kitab
4. Iman kepada Rasul-rasul
5. Iman kepada Hari Akhir
6. Iman kepada Qada' dan Qadar (Takdir Baik dan Buruk)


Terima kasih, Wassalamu'alaikum.

Rukun Islam

Rukun adalah sesuatu yang wajib ada.
Inilah yang harus dikerjakan oleh semua umat muslim di dunia. Jika anda ingin masuk islam maka yang harus dimiliki oleh kaum muslimin adalah rukun islam.


Rukun Islam ada 5 :

1. Membaca Dua Kalimat Syahadat
2. Mengerjakan Shalat 
3. Menunaikan Puasa
4. Menunaikan Zakat
5. Menunaikan Haji bila mampu


29/05/11

Ilmu Baru Sebelum Tidur

Rasulullah SAW berpesan kepada Aisyah ra:
"ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu:
1. Sebelum khatam Al-qur'an
2. Sebelum membuat para Nabi memberimu syafaat di hari akhir
3. sebelum para muslim meridhoi kamu
4. sebelum kau melaksanakan haji dan umroh
Bertanya Aisyah:
"Ya Rasulullah.. Bagaimana aku dapat melaksanakan 4 perkara seketika?"
Rasul tersenyum dan bersabda:
1."Jika engkau tidur bacalah Al-ikhlas 3x seakan-akan kau menghatamkan Al- qur'an."
Bismillahirrohmaanirrohiim, Qulhualloohu ahad' Allahushshomad' lam yalid walam yuulad' walam yakul lahuu kufuwan ahad' (3x)
2."Membaca sholawat untuk ku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberisyafa'at di hari kiamat". Bismillaahir rohmaanir rohiim, Allahumma shollii alaa Muhammad wa'alaa alii Muhammad (3x)"
3."Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridhoi kamu." Astagfirullahalazim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyum wa atuubu ilaih (3x)
4.“Perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir, maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh". Subhanallahi Walhamdulillaahi walaailaaha illallahu allahu akbar (3x)
Rasulullah SAW bersaba ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang kekal bagi orang yang mengajarnya, meski hanya 1 ayat, dan meskipun kita sudah meninggal dunia.. Mari kita Berfastabiqul khairat!!!
semoga bermanfaat...!!!! ^_^

11/03/11

Inilah Alasan Rosulullah Melarang Ummatnya Minum Sambil Berdiri

Tanpa disadari kebiasaan yang sering dilakukan dapat membahayakan diri kita sendiri. Kita sering menganggap hal sepele larangan-larangan yang sebenarnya sangat baik untuk dilaksanakan. Salah satunya yaitu minum sambil berdiri.
Dalam hadist disebutkan “janganlah kamu minum sambil berdiri”. Karena dari segi kesehatan, air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri. Air yang kita minum otomatis masuk tanpa disaring lagi. Air akan langsung menuju kandung kemih. Ketika menuju kandung kemih itu terjadi pengendapan di saluran sepanjang perjalanan (ureter). Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter inilah awal mula munculnya bencana.
Penyakit kristal ginjal. Ya, salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya. diduga diakibatkan karena Susah kencing, jelas hal ini berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi.
Dari Anas r.a. dari Nabi saw.: "Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri". Qatadah berkata, "Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk."
Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan. Adapun Rasulullah SAW pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat azas darurat!
Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum. Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.
Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak. Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.
Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.
Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah SAW. duduk sedemikian itu lalu berkata: "Lihatlah orang itu duduk seperti budak." Maka dijawab oleh Rasulullah SAW: "Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak." Lalu Rasulullah SAW mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, "Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan" (HR Bukhari).

21/09/10

Menjalin Hubungan Sebelum Menikah

Menjalin Hubungan Sebelum Menikah

Menjalin hubungan sebelum nikah kini seakan menjadi tren. Pacaran diannggap sebagai sarana yang terbaik yang dapat ditempuh sebelum memasuki jenjang pernikahan. Namun,terkadang hubungan yang dijalin ini bermuara pada perbuatan dosa yang sangar dimurka Allah, perzinaan.



Bagaimana tidak ? Menjalin hubungan itu sendiri saja sudah masuk dalam kategori berzina. Entah itu zina mata, hati, dan anggota tubuh lain. Padahal jelas-jelas itu masuk dalam kawasan haram yang dilarang oleh agama. Karenanya, menjalin hubungan sebelum menikah maupun menjalin hubungan hanya karena ‘just habe fun’ atau lebih dari itu, sangat tidak diperbolehkan.



Untuk lebih jelasnya kita simak fatwa dari seorang ulama berikut.



Sebuah pertanyaan diajukan kepada Syaikh Ibnu Utsaimin, “Bagaimana pandangan islam tentang menjalin hubungan sebelum menikah?



Beliau pun menjawab, “Jika yang dimaksud dengan kalimat sebelum menikah adalah sebelum bercampur dan setelah akad, maka hal itu tidak apa-apa, karena dengan akad nikah itu berarti ia telah menjadi istrinya meski belum melakukan hubungan badan. Namun, jika maksud dari hubungan tersebut adalah sebelum akad nikah, pada masa lamaran atau sebelum lamaran, maka hal itu tidak boleh dilakukan. Seseorang laki-laki tidak boleh bersenang-senang dengan seorang wanita yang tidah halal baginya, baik itu dengan obrolan, pandangan, atau bersepi-sepian berdua. Telah diriwayatkan dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda,

“Tidak diperbolehkan seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya. Dan tidak boleh seorang wanita menempuh perjalanan jauh(safar) melainkan bersama mahramnya.”(Riwayat Al Bukhari dan Muslim)



Kesimpulannya,jika pertemuan setelah akad nikah maka hal itu tidaklah mengapa, namun jika hubungan dilakukan sebelum akad nikah maka hal itu tidaklah boleh dan haram hukumnya, karena wanita itu masih belum halal baginya sampai terlaksana akad nikah.



Fatawa Al Mar’ah, Syaikh Ibnu Utsaimin,hal 51

hboys,22 Sept 10





Ingin Tahu Artikel Lain .................




_

14/09/10

Masjid Agung Berau

Masjid Agung by HBOYS
Masjid Agung Berau
Inilah masjid kebanggaan kabupaten Berau di Provinsi Kalimantan Timur.
Dengan penduduk yang santun dan juga berakhlak mulia. Dengan julukan bumi batiwakkal sangat cocok dengan kehidupan masyarakat daerah berau.
Masjid Megah yang berdiri kokoh sehingga menjadi kebanggaan di Bumi Batiwakkal.
Walaupun di kota kecil tetapi dengan adanya masjid ini membuat suasana menjadi ramai,apalagi berau ini merupakan daerah yang berkembang. dengan mayoritas pekerjaan adalah kawasan pertambangan.

11/09/10

Allah punya cara lain untuk menegur diriku

Bahan Renungan Untuk Anda, Sahabatku, yang mungkin terlalu sibuk bekerja…

Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan ini…
Alhamdulillah, Anda beruntung telah terpilih untuk mendapatkan kesempatan membaca Renungan ini.

Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. kita seolah lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya. Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat menakutkan.Tahukah kita kapan kematian akan menjemput kita???
Berikanlah waktu anda dan bacalah sampai habis, semoga dapat menjadikan hikmah buat kita semua dan sadar, bahwa kita akan mati dan tinggal menunggu waktunya,
Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang khusnul khotimah…. amien…. .

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar doa ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang. Aku sungguh heran, bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri

: Alangkah sabarnya mereka….setiap hari begitu…benar- benar mengherankan!

Aku belum tahu bahwa disitulah kebahagiaan orang mukmin dan itulah shalat orang orang pilihan. Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk munajat kepada Allah.

Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah padahal berbagai nasehat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu. Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan di kota yang jauh dari kotaku.
Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing. Disana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati. Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol.. Di samping menjaga
keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.
Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan sering melamun sendirian …. banyak waktu luang … pengetahuanku terbatas.
Aku mulai jenuh … tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas.. Sampai suatu hari terjadilah sebuah
peristiwa yang hingga kini tak pernah aku lupakan.
Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas disebuah pos jalan..
Kami asyik ngobrol … tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengedarkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah yang berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.
Kejadian yang sungguh tragis.

Kami lihat dua awak salah satu mobil dalam kondisi kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah. Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas
dengan amat mengerikan.
Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma.
Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat. Ucapkanlah “Laailaaha Illallaah …. Laailaaha Illallaah ..” perintah temanku..
Tetapi sungguh mengerikan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding.
emanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat ..
Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat. Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini.
Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat.
tetapi …. keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.
Tak ada gunanya …. Suara lagunya terdengar semakin melemah ….lemah dan lemah sekali.. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua.
Tak ada gerak …. keduanya telah meninggal dunia. Kami segera membawa mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatahpun. Selama perjalanan hanya ada kebisuan. Hening…
kesunyian pecah ketika temanku mulai bicara…Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk).
Ia berkata “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk..

Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia.
Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.
Perjalanan kerumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat. Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat khusyu’ sekali.
Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu. Aku kembali pada kebiasaanku semula … Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu yang lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala.

Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pernah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu. Kejadian yang menakjubkan !.

Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu …. sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku. Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota . Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri dibelakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itupun langsung tersungkur seketika.
Aku dengan seorang kawan, bukan yang menemaniku pada peristiwa pertama cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan. Dia masih sangat muda, wajahnya begitu bersih.Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu.
Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.
Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an … dengan suara amat lemah.

Subhanallah ! dalam kondisi kritis seperti itu ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an ? Darah mengguyur seluruh pakaiannya, tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati. Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu.
Selama hidup, aku tak pernah mendengar bacaan Al-Qur’an se indah itu.

Dalam batin aku bergumam sendirian “Aku akan menuntunnya membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu …apalagi aku sudah punya pengalaman.” aku meyakinkan diriku sendiri. Aku dan kawanku seperti terhipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang
merdu itu.

Sekonyong-konyong sekujur tubuhku merinding, menjalar dan menyelusup ke setiap rongga. Tiba-tiba, suara itu terhenti. Aku menoleh kebelakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang.
kupegang tangannya, degup jantungnya, nafasnya, tidak ada yang terasa..

Dia telah meninggal. Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah meninggal. Kawanku tak
kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan. …Sampai di rumah sakit …..Kepada orang-orang di sana , kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan.
Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit
yang meneteskan air mata.
Adalah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya. Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. . . Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada
jenazah. Semua ingin ikut menyolatinya. Ia adalah seorang petugas rumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantar jenazah hingga ke rumah keluarganya. .
Salah seorang saudaranya mengisahkan, ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari senin. Disana almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin.
Ketika terjadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang dia santuni. Bahkan juga membawa permen untuk dibagikan kepada anak-anak kecil.

Bila tiba saatnya kelak, kita menghadap Allah Yang Perkasa. hanya ada satu harap, semoga kita menjadi penghuni surga. Biarlah dunia jadi kenangan, juga langkah-langkah kaki yang terseok, di sela dosa dan
pertaubatan. Hari ini, semoga masih ada usia, untuk mengejar surga itu, dengan amal-amal yang nyata : “memperbaiki diri dan mengajak orang lain “?

Allah Swt berfirman: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan
yang memperdayakan. ” (QS. Al-Imran:185)

Rasulullah Saw telah mengingatkan dalam sabdanya, “Barangsiapa yang lambat amalnya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya.” Saudaraku, siapa yang tau kapan, dimana, bagaimana, sedang apa, kita
menemui tamu yang pasti menjumpai kita, yang mengajak menghadap Allah SWT.
Orang yang cerdik dan pandai adalah yang senantiasa mengingat kematian dalam waktu-waktu yang ia lalui kemudian melakukan persiapan persiapan untuk menghadapinya. Suruh dirimu berbuat taat, sudah pasti dirimu tidak akan patuh kepadamu dan pasti ia akan menolak dan merasa berat untuk mengerjakan ketaatan.asehat ini terutama untuk diri saya sendiri, dan saudara-saudaraku seiman pada umumnya.

Orang Cerdas Adalah Orang Yang Banyak Mengingat Akan Kematian, dan berusaha memanifestasikan dan optimalisasi amal demi menghadapi hidup setelah kematian

(H.A.S)>> dikutip dari fb